PENGARUH TERAPI AKUPRESURE TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI (DISMINORE) PADA MAHASISWI S1 KEBIDANAN
Kata Kunci:
Akupresur, Disminore, Nyeri MenstruasiAbstrak
Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan keluhan umum yang sering dialami perempuan usia reproduktif, terutama mahasiswi, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berdasarkan wawancara awal terhadap 10 mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian, sebanyak 70% mengeluhkan nyeri menstruasi dan 30% di antaranya menggunakan obat pereda nyeri. Terapi non-farmakologis seperti akupresur dipertimbangkan sebagai alternatif yang aman dan terjangkau. Akupresur merupakan terapi tradisional Tiongkok dengan menekan titik-titik tubuh tertentu untuk merangsang endorfin guna meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap intensitas nyeri menstruasi pada mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen (one group pretest-posttest design) dengan 25 responden. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan terjadi penurunan rerata intensitas nyeri dari 6,40 menjadi 4,88 setelah terapi, dengan nilai p-value = 0,000. Ini menunjukkan bahwa terapi akupresur efektif menurunkan nyeri menstruasi dan dapat dijadikan metode alternatif dalam manajemen dismenore. Temuan ini mendukung akupresur sebagai terapi berbasis bukti yang sederhana dan ekonomis.
Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among women of reproductive age, especially students, and can interfere with daily activities. Based on preliminary interviews with 10 undergraduate midwifery students at Pasir Pengaraian University, 70% reported experiencing menstrual pain, and 30% used pain relievers. Non-pharmacological therapies such as acupressure are considered safe and affordable alternatives. Acupressure is a traditional Chinese therapy involving pressure on specific points of the body to stimulate endorphin release, helping to relieve pain. This study aimed to determine the effect of acupressure therapy on the intensity of menstrual pain among undergraduate midwifery students at Pasir Pengaraian University. A pre-experimental design (one group pretest-posttest design) was used with 25 respondents. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS), and data were analyzed using a Paired Sample T-Test. The results showed a decrease in mean pain intensity from 6.40 to 4.88 after the therapy, with a p-value of 0.000. This indicates that acupressure therapy is effective in reducing menstrual pain and can be used as an alternative method for managing dysmenorrhea. These findings support acupressure as a simple, evidence-based, and cost-effective intervention.




